Khamis, Mac 30, 2006

Story Picisan

Sempat terbesit dalam pikiranku untuk membencimu, untuk melemparmu jauh dari angan dan harapanku. Aku merasakan kau memberiku harapan, harapan untuk dapat menjagamu dan menjadi melindungmu. Mungin menurutmu kita masih terlalu cepat untuk dapat berjalan berdua dan berlatih untuk menjadi orang yang sangat dewasa. Tapi tidak untukku walaupun kita belum lama saling mengenal tapi aku merasa sudah mengenalmu sejak dulu sejak Adam dan Hawa diturunkan kebumi. Apa yang sebenarnya kusukai darimu aku sendiripun ngga tau, mungkin kau manis, kau baik dan sederhana. Tapi diluar dari itu perhatian yang kamu beri untukku ngga ada kamu lebih terkesan acuh dan ngga peduli. Mungkin iya kamu pernah mengatakan sayang padaku dan akupun percaya tapi soal bener ngga nya hanya kamu yang tau. Padahal aku sangat mendambakan sesosok gadis yang sangat peduli dan perhatian ama aku. Walaupun tau begitu tapi entah mengapa aku masih terus mempertahankanmu dan berharap aku menjadi pelindungmu. Mungkin benar kata orang-orang bahwa masalah hati terkadang susah ditebak dan sulit untuk dilogika. Kamu katakan biarlah waktu yang menentukan, Oke mungkin aku bisa menerima tapi sampai kapan??Untuk waktu yang seberapa lama, dan untuk jawaban yang seperti apa??Apa kamu bisa menjamin dengan kita menunggu waktu kita bisa bersama??Kenapa semua orang terkadang selalu pasrah pada waktu, sementara mereka ngga tau untuk waktu yang seberapa jauh dan seberapa lama mereka menunggu??Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang selalu ada dibenakku, entah siapa yang bisa menjawabnya mungkin juga aku harus kembali berkata biarlah waktu yang menentukan. Satu yang selalu aku dambakan adalah kau jadikan aku raja disaat aku jatuh dan jadilah kau hamba disaat aku jadi raja. Dan jangan kau dengar kecuali yang indah dan jangan kau cium kecuali yang wangi.

By

singggieh

0 komentar: